Sabtu, 13 Maret 2021

Emosional diriku

Hai, buna balik lagi nih. 


Hari ini kita bahas dan mendeskripsikan terkait dengan "Emosi". Nah nah mendengar kata emosi seringkali kita beranggapan pada emosi negatif. Apa sajakah emosi negatif? Sebelum kita membahasnya yuk kita sama-sama memejamkan mata beberapa detik saja. Kita bayangkan saat ini bagaimana perasaan kita, emosi apa yang kita rasakan dan apa penyebab kita emosi? 


Self reminder, bahwa emosi merupakan reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Tidak ada keduanya emosi tidak akan muncul begitu ya bu ibu. 🙏 😊 


Nah, emosi itu terdapat dua jenis emosi :

Emosi negatif : marah, kesal, sedih, rasa bersalah ( mengekspresikan sesuatu hal yang dirasa merugikan) 

Emosi positif : bersyukur, senang (mengekspresikan sesuatu hal yang dirasa menguntungkan) 

Kalau berbicara emosional berarti menyentuh perasaan. Sepakat yaa. 


Nah nah, sumber dari emosi-emosi itu tidak lain tidak bukan akan selalu kita temui, tidak perlu dicari bahkan kita selalu merasa diikuti oleh sumber emosi ini. Bersumber dari kepribadian diri kita, seseorang yang kita temui, cuaca, kelelahan kita setelah seharian bekerja dalam rumah, menemani anak-anak, tidak memiliki cukup waktu untuk beristirahat, tugas lain belum terselesaikan dan tugas baru menanti, dan masih banyak lainnya. 


Setelah kita memejamkan mata, apa jawabannya? (jawaban dalam hati boleh, jawab di kolom komentar juga boleh). Kemudian, setelah kita tahu emosi yang sedang kita rasakan, apa yang kita lakukan? Apakah menerima atau menolak? (jawab sendiri yaa) setelah menerima apa yang biasa kita lakukan untuk mengelola emosi-emosi tersebut? Ya, syukur-syukur kalau emosi nya emosi positif rasa bahagia, senang, bersyukur. Kalau sebaliknya? Kita sedang merasa kesal misalnya. Apa yang kita lakukan untuk mengendalikan rasa kesal? Sudahkan terkendali dengan apa yang sudah kita lakukan? Atau sebaliknya malah semakin menjadi? Semakin menyimpan semakin sakit, semakin lama semakin timbul rasa dendam? Percaya deh buibu disini sudah khatam ya bagaimana cara mengendalikan emosi negatif tersebut. 


Nah, bagi yang belum. Yukk kita sama-sama belajar untuk menjadi resilient terhadap emosi sendiri minimal. Bagaimana mana caranya. Yaa sesimpel kita haus - minum air putih - ambil gelas - kemudian masukan air - minum - simpan gelas - haus hilang. Nah mengendalikan emosi pun perlu sesimple itu. Agar apa, agar tidak datang emosi-emosi lainnya. Kalau kita kesal karena gelas jatuh, kita tidak memberikannya karena sedang mengerjakan hal lain, kemudian anak kita tidak tahu dan tidak sengaja menginjak pecahan gelas. Apa yang akan terjadi? Anak menangis kesakitan karena kakinya luka. Mending kalau luka nya kecil kalau lukanya panjang dan dalam perlukah anak dibawa ke klinik atau dokter terdekat untuk mendapatkan pertolongan ( misal perlu di jahit luka). Kemudian suami pulang kantor, tiba-tiba dapat telepon kabar seperti itu. Suami marah, menyalahkan (misal ya). Kita merasa bersalah, merasa tidak becus mengurus anak dan lain-lain. Dengan kasus diatas itu secara tidak sadar jika kita menemui emosi kemudian tidak segera mengendalikan dan menyelesaikannya akan menimbulkan emosi-emosi lainnya bahkan akan memperburuk. 


Jadi buna ku harus apa? 😅 

Ayo kenali diri kita masing-masing. Bagaimana pola pikir kita dan bagaimana cara kita menyelesaikan suatu masalah. 

Tips untuk mengelola emosi versi buna :

  1. Terima
  2. Bersyukur 
  3. Observasi 
  4. Merencanakan tindak lanjut dan lakukan: regulasi emosi, tenang, fokus, empati, Pengendalian impuls, Efikasi diri, Peningkatan diri dll
  5. Evaluasi
  6. Merencanakan ulang.

Buna sering banget liat reaksi anak buna sedang merasa marah, kesal atau sedih misal buna tidak mengizinkan untuk bermain keluar rumah sebelum anak buna tidur siang. Kemudian yang buna lihat dia menangis sejadi-jadinya lalu dia pergi ke kamar diam tidak lama keluar kamar sambil tersenyum dan memeluk buna. 


Rasanya malu sekali, kita orang dewasa saja tidak tahu bagaimana cara mengendalikan diri. Terkadang buna pun malu dengan hal tersebut. Anak lebih cepat lupa emosi negatif yang mereka alami tetapi orang dewasa lebih lama untuk melupakan bahkan menyimpan begitu lama hingga beranak pinak. 


Kesimpulannya, kalau kita menemui  si sumber emosi yuk lakukan tips-tips di atas. Kalau mau mencoba boleh sekali. Kalau tidak ya tidak apa. Ini disesuaikan dengan mekanisme problem solving masing-masing orang. 


Akhir kata, selamat istirahat 

Semoga kita mendapatkan cara terbaik dan termudah untuk diri kita mengendalikan emosi. 


Sampai jumpa esok hari. 


Salam sehat dan bahagia. 



Bunakai Sharing 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semai Harapan

  Kamis, 01 September 2021 Menjadi IRT itu pilihan (Tepat) Hai, selamat pagi. Lama tak menyapa, semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagi...