Minggu, 14 Maret 2021

Kebersamaan kami part 1

Hai... 

Malam ini buna mau share, minggu pertama bersama para kontributor penulis ibuhebatku.id. 

Kembali bersama waktu yang telah terkubur belasan tahun lamanya. Ternyata tak segampang yang diharapkan. Bahwa menggali kenangan yang telah terkubur itu malah menyesakkan dada. Seakan ingin terlepas dari belenggu emosi negatif yang menghampiri, mendendam sampai keakar-akar itu bukanlah keinginan yang sebenarnya. 

Bersama dengan para kontributor penulis ibuhebatku.id Seakan membuatkan teropong waktu yang seketika kenangan masa lalu pun terlihat jelas di depan mata. Menahan sesak membuat ingin ku bernafas dengan ringan. Begitulah getaran energi positif yang diberikan masing-masing kontributor untuk saling support dan mendukung diatas segala cerita yang melatarbelakangi inspirasi. Dan pada akhirnya saya bertekad untuk membuka dan membongkar kenangan masa lalu yang telah terkubur selama belasan tahun untuk memutuskan memulai kembali untuk "Menulis". 

Ya, kata "Menulis" adalah hal yang kita anggap sederhana dan sangat mudah. Itu definisi singkat tentang menulis. Ketika kita menelaah kedalam makna yang benar-benar kita cari. Kita akan menemukan definisi menulis yang sesungguhnya. Sebelum pada akhirnya mendapatkan definisi yang tepat untuk kata "Menulis" ternyata saya menemukan dua kata mengejutkan yaitu "Dan, ternyata (!). 

Dan, ternyata (!) di minggu pertama bersama para kontributor penulis ibuhebatku.id. 

Dan, ternyata (!), kita bisa saling memberikan energi positif juga support itu berawal dari mengenal diri sendiri terlebih dahulu kemudian membuka hati untuk menerima teman baru dengan semua hal tentang mereka.

Bermula dari mengenal kata " Aku" ternyata sulit juga yaa agar kita bisa mengenal diri sendiri dengan penilaian yang kita cari dari segala arah. Ternyata tidak mudah mendapatkan yang benar-benar menurut ku itu adalah aku. Apalagi dengan peran dan fungsi ku bukan hanya untukku sendiri. Setelah mengenal "aku" menurut diriku sendiri. 

Setelah mengenal "Aku", kemudian naik tingkatan pada "Emosional Diriku". Semakin menemukan "Dan, ternyata (!) kan? Seakan mencabik hati dan membongkar isi kepalaku untuk mendapatkan definisi yang tepat untuk hal itu. Emosional berawal dari emosi, emosi berawal dari sumber emosi. Emosi terdapat dua jenis yaitu emosi negatif dan emosi positif. Emosi bisa menjadi toxic jika kita tidak mampu mengelola emosi tersebut. Emosi setiap orang pasti berbeda-beda meskipun dihadapkan pada sumber yang sama. Dan bagaimana menjadi seseorang yang resilien terhadap emosi. Itu kembali kepada diri mereka. Setiap langkah untuk menjadi resilient itulah pasti tidak mudah. 

Kemudian lanjut ke tahapan tertinggi dari mengenal "Aku" yaitu "Bagaimana aku dimatamu?". Pada tahap ini kita dituntut untuk merespon semua hal yang menjadi penilaian orang lain kepada diri kita. Bagaimana jika mereka menganggapku seorang yang humble, jutek dan lain sebagainya. Biarlah mereka menilai dengan sudut pandang mereka. Lantas apa tugas kita? Tugas kita adalah menerima dan mengkaji, setelah itu evaluasi jika diperlukan perbaikan buatlah perencanaan dan mulailah untuk memperbaiki diri untukmu sendiri bukan untuk mereka yang menilai dirimu. 

Begitulah cara ku menemukan banyak hal "Dan, ternyata (!) 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semai Harapan

  Kamis, 01 September 2021 Menjadi IRT itu pilihan (Tepat) Hai, selamat pagi. Lama tak menyapa, semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagi...